Semua yang saya bahas disini adalah film-film atau MV-MV yang udah pernah saya tonton. Jadi saya tidak menerima request untuk review apa pun.
Untuk download OST jika meminta password, passwordnya adalah thankyou atau dramafreak. Yang OSTnya rusak harap lapor. Bagi yang ingin mengambil isi dari blog ini (copy paste) untuk digunakan di blog lain diperbolehkan asalkan menyertakan credit atau sumbernya yaitu Lovely Drama Korea.
Terima kasih.................

Rabu, 17 Agustus 2011

  


Banyak yang sering tanya ke aku kenapa aku suka nonton korea. Dan setelah aku pikir-pikir ternyata ada banyak alasan kenapa aku suka nonton korea. Dan inilah hasilnya :

1. Karena ceritanya beragam dan tidak membosankan. Dari cerita mengenai keluarga, atau love story, atau mengenai profesi. Ide ceritanya menarik. Membuktikan kalau mereka kreatif dalam membuat cerita.

2. Genrenya juga beragam. Kalo dulu film korea itu kesannya film cengeng yang melulu mengenai lovestory yg endingnya bakal ada yg mati karena sakit. Tapi sebenernya film korea ga cuma ada drama aja, tp juga ada horor, action, comedy, thriler, crime, dll. Jadi tinggal milih aja suka ma genre yang mana.



3. Karakter tokohnya juga beragam. Sifat si tokoh dalam film itu realistis. Manusiawi banget karena emang sifat manusia itu kan beda-beda, begitu juga ma karakter di film korea. Ga kaya sinetron indonesia yang cuma ada dua sifat yaitu jahat dan baik, atau protagonis dan antagonis. Itupun tokoh jahat di sinetron kayanya itu udah keturunan dari bayi jahatnya. Sampai kalo kita nonton jadi benci setengah mati ma tuh orang. Sedangkan kalo karakter di film korea itu walaupun jahat, dia punya alasan sendiri kenapa ia berbuat jahat, dan terkadang kita jadi ga benci ma tuh tokoh jahat malah jadi kasihan.



4. Adegannya banyak yang bagus. Dialognya juga ngena  banget. Tiap film korea punya adegan atau dialog yang menjadi ciri khas film, jd tiap orang lain melakukan adegan itu, kita akan langsung teringat ma filmnya. Contohnya aja adegan sit-up n capucino kiss nya secret garden, atau adegan teriak di tebing dari My sassy girl, atau adegan berlari di tengah hujan dengan berpayungkan jaket di film the classic. Dan masih banyak lagi adegan atau dialog yang jadi ciri khas film korea.



5. Totalitas dalam pembuatannya. Mereka tuh (para pembuat film korea) ga ragu-ragu untuk ngeluarin biaya yang ga sedikit untuk hasil yang bagus. Sebut saja contohnya IRIS dan ATHENA yang kabarnya menghabiskan biaya yang cukup banyak. Tidak cuma masalah biaya, masalah lokasinya juga totalitas. Kalau memang harus shooting di luar negeri kenapa ngga. Kalo memang hasilnya bagus dan rating tinggi. Contohnya Lovers in Paris, Memories in bali, Lovers in Prague, dll.  Selain itu aktingnya juga totalitas. Hampir semua aktor n aktris korea aktingnya bagus. Bahkan sampai artis cilik di film korea juga jago banget aktingnya. Terus masalah make up dan costum juga. Contohnya aja make up kim ah jung di 200 pound of beauty, yang aslinya langsing bisa didandanin gemuk gitu. Dan masih banyak lagi totalitas yang ditunjukan ma film koera yang menunjukkan bahwa mereka memang profesional.



6. OSTnya bagus-bagus. Pas banget ma adegan di film itu atau sama cerita filmnya. Kalau disana itu, di korea maksudnya, untuk lagu OST itu memang dibuat khusus untuk film korea itu. Jadi memang lagunya di buat berdasarkan cerita film itu. Makannya bisa pas. Dan dibuat khusus album Sountracknya. Ngga kaya di sini, OSTnya kebanyakan dari lagu yang udah ada n itupun itu-itu aja lagunya. Monoton banget. Bahkan aku pernah nonton sinetron yang ostnya dari ost film korea. Ngga kreatif kan?



7. Nambah wawasan. Jangan salah, kalo nonton korea itu cuma sekedar untuk hiburan. Kita banyak juga dapat wawasan dari nonton film korea. Khususnya kalo film itu mengenai profesi. Contohnya aja Pasta. Kita jadi tau cara bikin pasta, macam-macam pasta, dan suasana di dapur restoran itali. Atau contoh lain Crime Squad yang memperlihatkan cara kerja polisi di bagian kriminal. Lalu ada drama mengenai ilmu kedokteran seperti General Hospital. Lalu mengenai kehidupan artis seperti Star Lover, That Fool, atau Full House. Atau bisa tau juga proses pembuatan film dari drama World Within. Bukan cuma itu, kita juga bisa tahu mengenai musik orkestra dari Beethoven Virus. Tuh, lengkap kan. Jadi banyak wawasan karena nonton korea.



8. Ada hikmah yang bisa diambil dari tiap cerita film korea. Misalnya mengenai kasih sayang antar keluarga, persahabatan, pengorbanan, kerja keras, pantang menyerah, menghargai orang lain, menghargai waktu, menghargai hidup, kesetiaan, kepedulian, meraih impian, dan masih banyak lagi.



9. Ini yang terakhir, para pemainnya sedap dipandang alias cakep-cakep. Hehe... Mungkin bagi penggemar korea lain, alasan ini adalah alasan utama untuk nonton film korea.



Aku tidak bermaksud menjelek-jelekkan sinetron indonesia loh. Jadi maaf jika ada yang tersinggung. Malah kalau bisa, tulisan di atas bisa menjadi masukkan bagi para pembuat sinetron agar dapat meningkatkan mutunya.

Itu semua adalah alasan mengapa aku suka nonton korea, mungkin ada yang mau nambahin?


credit : desthy@lovelydramakorea

Senin, 01 Agustus 2011



Confessions / Kokuhaku (告白)
Director: Tetsuya Nakashima
Writers: Kanae Minato (based on the novel), Tetsuya Nakashima (screenplay)
Editor: Yoshiyuki Koike
Genre: Drama
Running time: 106 min


Cast
* Takako Matsu - Yuko Moriguchi
* Masaki Okada - Yoshiteru Terada
* Yoshino Kimura - Naoki's mother
* Yukito Nishii - Shuya Watanabe
* Kaoru Fujiwara - Naoki Shimomura
* Ai Hashimoto - Mizuki Kitahara


Sekarang aku mau ngebahas film jepang yang menurutku keren abis. Aku memang bukan penggemar film jepang, cuma karena di film ini ada matsu takako, aktris jepang favoritku, jadi aku tontonlah film ini, dan ternyata hasilnya lebih dari yang aku bayangkan. Bisa dibilang ini film thriller terbagus dan terkeren yang pernah aku tonton selama ini. Film ini berhasil mainin emosiku waktu nonton dan ngebuat aku ternganga berkali-kali ketika menontonnya, karena hampir di tiap menitnya selalu aja ada kejutan-kejutan yang bener-bener ga bisa ketebak. Kalo aku boleh ngasih nilai aku bakal ngasih nilai 100, perfect, exelent, awesome, amazing, dan kalo bisa nambah nilai aku bakal ngasih nilai lebih dari 100 dan 4 jempolku semua buat film ini. Hehehe... lebai ga sih?! Menurutku ngga tuh, kalian yang udah nonton bakal tau sehebat apa film ini.

Di menit-menit awal film kita mungkin akan merasa bahwa adegan itu agak membosankan karena adegannya cuma dalam kelas dimana sang guru berbicara tanpa ada satu murid pun yang mendengarkan guru itu. Awalnya sang guru yang bernama Miss Moriguchi membagikan susu kotak untuk siswa siswi kelas itu lalu mulai menjelaskan manfaat dari susu itu bagi pertumbuhan remaja.

Tapi coba kita sabar menonton film ini dan memperhatikan setiap perkataan yang diucapkan oleh guru itu. Semakin lama semakin menarik. Begitu juga dengan perhatian para murid di kelas itu, satu per satu mulai memperhatikan ucapan sang guru. Kita seolah ikut merasakan apa yang dirasakan murid-murid tersebut.

Mulai dari membicarakan manfaat susu, kemudian beralih ke topik permasalahan remaja yang sering bohong dan guru itu mengatakan tidak akan mempercayai perkataan murid-muridnya walaupun sampai ada yang mengancam ingin bunuh, mulai darisinilah perhatian murid-murid mulai beralih pada sang guru, lalu pembicaraan sang guru beralih mengenai kehidupannya sebagai single mother.

Moruguchi mempunyai seorang anak berusia 4 tahun hasil dari hubungannya dengan seorang pria yang terjangkit AIDS. Untuk itulah ia tidak menikah dengan pria itu dan memilih merawat anak itu sendirian. Ia sering membawa anak itu ke sekolah tempat ia mengajar. Namun suatu hari anaknya ditemukan terapung di kolam renang dengan sudah tidak bernyawa lagi. Polisi mengatakan bahwa penyebab kematiannya adalah kecelakaan karena tergelincir ke kolam renang.

Namun Moruguchi tahu itu bukan karena kecelakaan melainkan ada unsur kesengajaan dalam kematian anak satu-satunya itu. Moruguchi mengatakan pada murid-murid di kelas itu bahwa anaknya itu mati terbunuh dan pelakunya ada di kelas ini. Mendengar hal itu tentu saja murid-murid dalam kelas itu terkejut.

Pelakunya ada dua orang. Sebut saja si A dan si B. Si A adalah seorang murid yang jenius. Ia sering menciptakan alat-alat canggih dan menjadikan hewan-hewan liar sebagai alat percobaannya. Saat itu ia sedang menciptakan alat anti copet. Dan untuk yang ini ia tidak bisa menggunakan hewan sebagai percobaan. Untuk itu ia mengajak B untuk mencarikan kira-kira siapa yang cocok untuk dijadikan bahan percobaan. Lantas saja B mengusulkan anak Moriguchi sebagai bahan percobaan karena ia sering terlihat sendirian di dekat kolam renang. Akhirnya mereka berdua melancarkan rencananya. Hasilnya Manami, anak Moriguchi pingsan seketika, lalu si A pergi begitu saja. Tinggalah si B dan Manami yang tengah pingsan. Karena mengira telah mati dan takut dicurigai, akhirnya si B membuang tubuh Manami ke kolam renang.

Mendengar cerita tersebut, tentu saja murid-murid di kelas itu tahu siapa sebenernya A dan B itu. Moriguchi ingin melaporkan kejahatan yang dilakukan 2 anak itu pada polisi. Namun hukum di jepang itu bagi pelaku kriminal di bawah 14 tahun, hanya akan dianggap sebagai kenakalan remaja dan diberikan bimbingan konseling. Moriguchi tidak ingin kedua anak itu dihukum semudah itu. Pernah ia sempat berpikir agar kedua anak itu mati saja. Namun tetap saja itu terlalu mudah bagu mereka. Ia ingin agar kedua anak itu menderita pada setiap detik hidupnya karena perbuatan dosanya itu. Untuk itulah ia berkata bahwa ia telah mencampurkan sedikit darah dari darah suaminya yang terkena AIDS ke dalam susu kedua anak itu yang kini telah diminum habis.

Itulah semua ungkapan perasaan Moruguchi di depan kelas pada hari terakhir ia mengajar di sekolah itu.

Namun itu semua baru permulaan. Cerita sesungguhnya baru dimulai setelah itu. Ketika Moruguchi sudah tidak mengajar lagi dan digantikan oleh guru baru. Dampak yang diterima oleh kedua anak tersebut sepeninggal Moriguchi sangat berpengaruh sekali.

Si B, sejak saat itu tidak pernah masuk sekolah. Ia terus menerus tinggal mengurung diri di kamar dan tidak mengijinkan siapapun untuk memasuki kamarnya. Bahkan ibunya sendiri. Tidak hanya itu, ia tidak mengijinkan ibunya menyentuh barang yang habis disentuhnya. Setiap benda yang ia pakai, akan ia cuci sendiri sampai sebersih bersihnya. Ia sendiri tidak pernah membersihkan dirinya. Tingkah lakunya sudah seperti orang gila.

Lain halnya dengan si A. Ia tetap datang ke sekolah. Hanya saja kini ia jadi bulan-bulanan teman-teman sekelasnya. Ia dikerjai habis-habisan. Bahkan ada yang iseng untuk menambahkan poin pada setiap siswa yang udah ngerjain si A. Semakin sering ngerjain, semakin bertambah poinnya. Dan mereka semua bersaing untuk mendapatkan poin yang banyak. Kebayang dong gimana parahnya si A dibuli.

Tapi aksi balas dendam Moruguchi tidak hanya sampai situ. Walau kini ia sudah tidak mengajar di sekolah itu, ia tetap bisa balas dendam dengan caranya sendiri. Bahkan ia mengatur semuanya dengan sangat detail. Membuat penderitaan anak itu sampai pada puncaknya. Agar dapat membuat anak itu menyesali perbuatan yang telah dilakukannya. Agar mereka merasakan bagaimana sakitnya ditinggal oleh orang yang kita cintai.

Di film ini juga kita bisa tahu dari berbagai sudut pandang. Dari sudut pandang moriguchi, si A, si B, Ibu si B, dan Mizuki. Mizuki adalah salah satu murid di kelas itu. Jadi kita bisa merasakan perasaan setiap tokoh di film ini.

Cuma sayangnya, ada satu yang aku ga suka di film ini. Di film ini terkesan bahwa nyawa manusia itu seakan tidak ada artinya. Mereka dengan mudahnya tanpa pikir panjang menghilangkan nyawa seseorang. Di sini seakan-akan nyawa itu adalah sebuah mainan.

Tapi justru itu juga sekaligus merupakan hikmah yang bisa diambil dari film ini. Bahwa sesungguhnya nyawa atau hidup manusia itu sungguh berarti. Di sini juga ditunjukkan sedalam apa kasih sayang seorang ibu pada anaknya, begitu juga sebaliknya. Lihat saja dengan yang dilakukan oleh Moriguchi. Ia melakukan itu semata-mata karena kasih sayang nya terhadap anak satu-satunya. Ia tidak menerima bahwa nyawa anaknya yang sangat berarti baginya dapat dijadikan sebuah mainan atau kelinci percobaan bagi orang lain. Ga hanya itu. Hikmah lain yang bisa diambil dari film ini adalah bahwa setiap perbuatan buruk pasti ada balasannya. Kita harus siap menanggung semua akibat dan konsekuensi dari setiap perbuatan kita. Setuju?









    City Hunter (Drama - 2011)


    * Title: 시티헌터 / City Hunter
    * Genre: Romance
    * Episodes: 20
    * Broadcast network: SBS
    * Broadcast period: 2011-May-25 to 2011-Jul
    * Air time: Wednesday & Thursday 21:55


    CAST

    * Lee Min Ho as Lee Yoon Sung
    * Park Min Young as Kim Na Na
    * Lee Joon Hyuk as Kim Young Jo
    * Hwang Sun Hee as Jin Soo Hee
    * Goo Ha Ra (구하라) as Choi Da Hye


    Semua berawal dari kejadian pada tahun 1983 di Aung San, Thailand. Saat itu ada 21 anggota pasukan khusus yang ditugaskan untuk suatu misi rahasia. Misi itu sangat penting bagi negara korea selatan dan jika berhasil mereka bisa menjadi pahlawan yang sangat berjasa bagi korea.

    Pada malam di saat para prajurit itu berhasil melaksanakan tugasnya dan mereka harus kembali ke kapal yang telah menunggunya di Sungai Nampon, mereka malah ditembaki satu persatu hingga tak bersisa oleh orang dari utusan negaranya sendiri. Dengan kata lain mereka telah dikhianati oleh negaranya sendiri yang mengutusnya untuk tugas tersebut.

    Namun salah satu dari 21 prajurit itu ternyata masih hidup. Ia adalah Lee Jin Pyo. Lee Jin Pyo melihat sendiri dengan matanya teman-teman seperjuangannya mati satu persatu, terutama adalah Park Moo Yeol, sahabatnya. Ia dapat bertahan hidup karena saat itu Moo Yeol lah yang menyelamatkannya.

    Untuk itu, Lee Jin Pyo berniat untuk membalas dendam pada negaranya. Terutama pada 5 orang petinggi korea yang terlibat langsung dalam rencana penembakan tersebut. Namun tentu saja ia tidak bisa balas dendam seorang diri, ia harus merencanakannya dengan matang dalam waktu yang lama. Selain itu ia juga menculik anak dari seorang wanita bernama Lee Kyung Hee, istri Moo Yeol, untuk menjadikannya alat untuk melancarkan balas dendamnya.

    Anak yang Lee Jin Pyo culik dan ia besarkan di Thailand ia beri nama Puchai. Puchai dibesarkan dengan didikan yang sangat keras. Dari kecil ia sudah dilatih dengan berbagai macam ilmu beladiri, ia juga belajar memanah, menembak, berkuda, dll. Puchai sendiri tidak mengerti mengapa ayahnya mendidiknya seperti itu.

    Sampai pada suatu hari, Lee Jin Pyo menceritakan suatu kebenaran bahwa sebenarnya ia bukanlah ayah kandungnya. Ayah Puchai yang sebenernya telah mati tertembak oleh orang dari negaranya sendiri. Ia kembali menceritakan kejadian pada tahun 1983 itu. Mendengar itu semua, Puchai pun akhirnya setuju untuk melaksanakan balas dendam itu. Untuk itu ia belajar lebih giat untuk memersiapkan segalanya. Seperti belajar bahasa inggris (dan mungkin bahasa lain juga), belajar mengenai ilmu ekonomi, politik, dll, belajar mengenai teknologi, jaringan, dll. Pokoknya hasil dari belajarnya itu dapat membuat ia menjadi orang yang serba bisa dan ahli dalam berbagai hal.

    Tibalah waktunya untuk mulai melancarkan semua aksi balas dendam yang telah direncanakan. Puchai kembali ke korea selatan dengan identitas baru sebagai Lee Yun Song keturunan Korea-Amerika yang berhasil meraih gelar doktornya di amerika. Lee Yun Song bekerja di Blue House. Blue House itu semacam perusahaan atau lembaga yang berhubungan langsung dengan president terutama masalah keamanan. Yun Song bekerja di bagian Comunication System yang menangani seputar jaringan atau system (pokoknya yang berhubungan dengan IT deh, aku sendiri kurang bisa ngedeskripsiin kerjaannya).

    Sebelum ke korea, Lee Jin Pyo memberikan pesan pada Yun Song yang harus ia ingat, yaitu Yun Song tidak boleh jatuh cinta atau percaya pada siapapun karena kalau identitas aslinya diketahui, itu akan berbahaya bagi dirinya. 

    Namun siapa yang menyangka bahwa ia akan jatuh cinta pada Kim Na Na,  rekan kerjanya yang bekerja di bagian Security Guard. Security Guard ini kerjaannya adalah bodyguard yang menjaga President dan keluarganya.

    Cara balas dendam yang dilakukan Lee Yun Song adalah dengan mencari tahu dan menyelidiki kebusukan yang dilakukan oleh kelima orang petinggi korea tersebut. Orang-orang tersebut hampir semuanya melakukan korupsi. Lee Yun Song mencoba mencari bukti-bukti korupsi tersebut dan membeberkannya pada masyarakan luas lalu menangkap orang itu dan dibawanya ke kantor prosecutor untuk diadli. Semua ia lakukan dengan diam-diam. Jadi tidak ada seorang pun yang tahu identitas orang yang menangkap para koruptor itu. Untuk itulah masyarakat menyebutnya dengan sebutan "City Hunter".

    Namun cara Lee Yun Song tersebut ternyata tidak sesusai dengan apa yang direncanakan oleh Lee Jin Pyo. Jin Pyo ingin agar orang-orang tersebut mati. Bukan malah diserahkan ke kantor kejaksaan. Untuk itu Lee Jin Pyo pun akhirnya datang ke korea dan memilih untuk membalas dendam dengan tangannya sendiri.

    Lee Yon Sung berpendapat bahwa ia tidak setuju dengan  balas dendam dengan cara nyawa dibalas nyawa. Karena orang-orang itu masih punya keluarga dan kerabat. Ia tidak ingin bahwa nantinya keluarganya tersebut ingin balas dendam juga seperti dirinya.  Lee Yun Song merasa bahwa hukuman yang diberikan publik sudah cukup layak bagi mereka. Belum lagi rasa malu yang harus mereka tanggung seumur hidup, itu pun sudah hukuman yang cukup berat bagi mereka.

    Tapi pendapat itu tentu saja ditentang abis oleh Lee Jin Pyo. Karena Lee Jin Pyo melihat sendiri dengan matanya teman-temannya mati satu per satu dan ia ingin mereka juga mereasakan seperti yang dirasakan teman-temannya.

    Karena mereka berdua mempunyai pandangan yang berbeda mengenai cara balas dendam yang mereka lakukan, akhirnya mereka sepakat akan melakukannya dengan cara masing-masing. Siapa yang berhasil menangkap orang-orang tersebut lebih dulu, maka dialah yang berhak menentukan hukuman untuk orang itu. Misalnya jika Lee Yun Song yang dapat menangkapnya lebih dulu maka ia berhak mengirim orang itu ke kantor prosecutor, dan jika Lee Jin Pyo yang menemukannya lebih dulu, maka ia berhak membunuhnya.

    Mulai dari sini lah persaingan antara ayah dan anak berlangsung. Selain harus berhadapan dengan ayahnya, Lee Yun Song juga harus lihai menghindari Prosecutor Kim Yong Ju yang mulai mencurigainya sebagai City Hunter. Belum lagi ia juga harus berhadapan dengan Kim Na Na, gadis yang ia cintai yang ditugaskan menjadi bodyguard orang yang harus ia tangkap. Tidak hanya itu, Kim Na Na pun pernah beberapa kali hampir terbunuh karena hubungannya dengan Lee Yun Song.

    Lebih seru lagi ketika Lee Yun Song bertemu dengan ibu kandungnya. Dan perlahan-lahan masa lalu orang tua Yun Song mulai terungkap. Menjelang episode-episode akhir akan ada banyak kejutan yang benar-benar ga terduga.

    Adegan yang paling aku suka di City Hunter sebenernya adalah adegan yang terdapat di episode terakhir menjelang adegan terakhir. Aku ga bisa nyeritain adegan itu dengan detail karena takut spoiler. Di adegan itu terlihat jelas hubungan kasih sayang yang dalem banget antara ayah dan anak. Di adegan itu ada Lee Yung Song, Lee Jin Pyo, Kim Na Na, dan orang yang menjadi target terakhir balas dendam mereka berkumpul dalam satu ruangan dengan saling menodongkan senjata. Di situ Lee Yun Song lebih memilih menodongkan pistolnya ke kepalanya sendiri. Bagus deh, sayang aku ga bisa nyeritainnya...

    Mungkin kalau kalian nonton drama ini kalian akan membenci karakter Lee Jin Pyo disini karena dia mempunyai sifat yang berwatak keras, kejam, ga kenal ampun, ga kenal takut, egois, ga peduli ma yang lain, ia bisa membunuh siapapun yang menghalangi rencananya. Namun coba aja kalian nonton sampai akhir. Sebenernya ia juga memiliki sifat seorang Ayah yang sayang pada anaknya. Walau Lee Yun Song bukan anak kandungnya, namun karena ia yang membesarkannya dari bayi, tentu saja perasaan seorang ayah itu muncul. Dia pernah kehilangan kakinya untuk menyelamatkan Yun Song dari ranjau sampai akhirnya ia harus memakai kaki palsu. Yun Song pun tahu kalau ayahnya itu sayang sama dia. Makanya ketika ayahnya mencoba untuk membunuh Kim Na Na,  Lee Yun Song menjadikan dirinya sendiri sebagai ancaman untuk ayahnya dengan cara melukai tangannya sendiri. Ia tahu bahwa ayah angkatnya itu tidak ingin Lee Yun Song terluka. Dan ini juga ditunjukkan di adegan terakhir ketika Yun Song menodongkan pistolnya ke kepalanya sendiri. Terharu banget deh kalo inget semua itu.

    Sebenernya drama dengan genre action dan cerita bertema revenge sama sekali bukan type tontonanku. Apalagi yang berbau-bau politik. Makin males aja nontonnya. Tapi karena Aku kan emang punya kebiasaan rutin donlot drama tiap minggunya. Tapi ditontonnya pas lagi ada mood aja. Dan city hunter ini mulai aku tonton ketika aku udah donlot 10 eps. Itu pun karena mau liat Go Hara akting di drama. Go Hara termasuk salah satu personil Kara yang aku suka. Tapi sekali nonton drama ini, jadi terus ketagihan. Apalagi episode terakhirnya, Daebak deh pokoknya. Kalau aku boleh ngasih nilai sih, aku berani deh ngasih nilai 100 untuk drama ini. Kenapa? Padahal aku jarang banget ngasih nilai 100 untuk drama.

     Selain karena ceritanya, semua pemeran dalam drama ini bisa mendalami karakternya dengan baik, termasuk lee min ho (aku ini bukan fansnya minho loh, aku masih kurang begitu suka ma dia di BBF, personal taste, mackarel run,tp di city hunter ini baru aku merasa karakternya dia pas banget), terus ceritanya tuh realistis, aku jadi tahu kalo dunia politik itu dimana-mana sama aja, ga lepas dari kata korupsi. Terus penyajiannya juga oke. Adegan actionnya ga selalu dalam berkelahi si City Hunter menang dan walaupun ada diselipin slowmotion di adegan actionnya, tapi menurutku masih dalam porsi yang wajar, tidak berlebihan seperti d Fugitive Plan B nya si Rain.  Oiya, OSTnya jg bagus.











    August Rush (Movie - 2007)


    Directed by
    Kirsten Sheridan       

    Writing credits
    (WGA)
    Nick Castle (screenplay) and James V. Hart (screenplay)
    Paul Castro (story) and Nick Castle (story)


    Stars:
    Freddie Highmore, Keri Russell and Jonathan Rhys Meyers




    Belakangan ini aku lagi terbius sama satu film sampai aku tonton berulang-ulang dan ga bosen-bosen. Emang bukan film korea sih. Ini film Hollywood. Cuma karena film ini bagus, kan sayang banget kalau pada ga tau. Ini film bertema family dan musik. Aku paling seneng film-film dengan genre kaya gini. Ini aku ceritain filmnya.

    Evan adalah seorang anak yang tinggal di tempat penampungan anak. Tidak seperti anak-anak yang lain, ia selalu merasa bahwa orang tuanya kini tengah mencarinya hanya saja sampai kini mereka belum menemukannya. Sejak kecil Evan sudah suka dengan musik. Hanya saja musik yang selama ini ia dengar adalah musik yang terdengar dari alam, seperti suara angin, suara daun yang bergerak, dan lain-lain.

    Sampai akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan tempat tinggalnya yang sekarang dan pergi ke kota besar seperti New York untuk mencari orang tuanya. Di kota inilah Evan semakin dekat dengan musik.

    Awalnya ia bertemu dengan pengamen jalanan bernama Arthur. Kemudian Arthur pun membawanya ke tempat tinggalnya dimana banyak terdapat para pengamen jalanan lainnya dan juga bos dari para pengamen tersebut yang selalu meminta setoran hasil ngamen mereka. Di tempat ini juga Evan lalu menemukan bakat musiknya yang terpendam. Ia dengan mudah memainkan gitar milik Arthur padahal sebelumnya ia sama sekali belum pernah memainkannya. Mulai dari sinilah nama Evan berubah menjadi August Rush. Nama itu pemberian dari bos pengamen yang biasa dipanggil dengan sebutan "Wizard".

    Lalu terjadi penangkapan anak-anak jalanan di rumah itu oleh polisi. August pun (mulai sekarang aku akan menyebut Evan dengan August) kabur dari rumah itu dan bersembunyi di gereja. Di gereja ini ia bertemu dengan seorang anak perempuan yang kemudian mengajarkannya nada-nada dari piano. Inilah pertama kalinya ia belajar not-not lagu. Tapi karena August Rush memiliki bakat yang luar biasa ia bisa langsung menangkap bunyi-bunyi yang ia dengar seperti suara langkah kaki, suara bola, suara ring basket, dll, menjadi not-not balok di lembaran kertas.

    Pemilik gereja yang menemukan bakat August pun langsung memasukkan August ke sekolah musik Juiliard. Sekolah musik yang terkenal. Di sekolah itu bakat August pun makin berkembang, bahkan ia bisa membuat sebuah rapshody yang nantinya akan ditampilkan pada sebuah consert dengan August Rush sebagai komposer.

    August pun dengan senang hati mempersiapkan untuk konser tersebut karena konser itu akan dihadiri ribuan penonton. Dengan begitu, kemungkinan besar orang tua August pun akan ikut mendengarnya. Ia yakin bisa menemukan orangtuanya dengan musik yang dibuatnya.

    Lalu sebenarnya siapa orang tua August Rush? Ayah August bernama Louis dan Ibunya bernama Lyla. Louis adalah seorang vokalis sekaligus gitaris pada sebuah band. Sedangkan Lyla adalah seorang pemain Cello muda yang berbakat. Louis dan Lyla bertemu pada suatu malam dan saling jatuh cinta dan akhirnya menghabiskan malam bersama. Esoknya Lyla dibawa pergi dengan paksa oleh ayahnya hingga Louis dan Lyla tidak bisa bertemu kembali.

    Sejak mereka berpisah, Louis dan Lyla memutuskan untuk berhenti bermain musik. Tanpa sepengetahuan Louis, Lyla pun mengandung. Ia memutuskan untuk melahirkan dan merawat anaknya. Namun hal itu tentu saja tidak disetujui oleh Ayah Lyla karena bisa menghambat masa depan Lyla. Untuk itu begitu anak Lyla lahir, anak itu langsung dibawa ke tempat penampungan anak dan Ayah Lyla mengatakan bahwa anaknya telah meninggal.

    Baru setelah 11 tahun, Ayah Lyla yang tengah sekarat memberitahu yang sebenarnya bahwa anaknya masih hidup. Dan Lyla pun segera berangkat ke New York untuk mencari anaknya. Sedangkan Louis yang kini sudah menjadi seorang bisnisman memutuskan untuk kembali bermusik untuk menemukan Lyla.

    Begitulah, mereka bertiga (Louis, Lyla, dan August) saling mencari satu sama lain dengan menggunakan musik. Louis kembali bermusik untuk mencari, Lyla kembali bermusik untuk mencari August, dan August bermusik untuk mencari kedua orangtuanya.

    Memang kalau di ceritain kaya gini kesannya tuh ribet n berbelit-belit. Tapi coba aja kamu tonton, ga bakal bosen deh. Walaupun mereka bertiga terpisah sebenarnya mereka saling berkomunikasi melalui musik. Apalagi kalau nonton August yang mainin gitar, bagus banget, cara main gitarnya unik, gitarnya bukan cuma dipetik tapi juga dipukul-pukul. Keren deh. Apalagi ketika August main gitar bareng Louis. Kolaborasi yang bagus, fillnya juga dapet, antara ayah ma anak. Wah...pokoknya keren deh.

    Ini film lama sih, mungkin sekitar tahun 2006 atau 2007, jadi mungkin agak susah juga nyarinya. Coba aja kalian ke tempat penyewaan film, siapa tau nemu. Aku sendiri dapetnya dari donlot. Itu pun awalnya karena nonton variety show korea "Idol Maknae Rebellion" Ep 14, di situ member FT Island (band korea favoritku) JongHun dan SeungHyun main gitar dari film August Rush. Makanya aku penasaran mau liat versi aslinya dan langsung saja cari donlotannya. Begitu selesai donlot langsung nonton dan ga nyesel. Karena versi aslinya keren banget.

    Nonton ya.....

    Bagi yang penasaran, bisa pesen di aku (hehe... sekalian promosi).













    ;;

    Pengikut

    Template by:
    Free Blog Templates